Macam-Macam Batuan

22.17 Unknown 0 Comments

Tugas dua semester lalu mempelajari tentang batuan. Awalnya saya kira semua batuan yang ada di sekitar kita itu sama. sama-sama batuan kali. Ternyata banyak semuaberbeda-beda. Nah, berikut saya tampilkan beberapa batuan yang ada disekitar kita dari hasil penelsuran kelompok batuan .

Jenis Batuan
Identifikasi
Tingkat Kekerasan (Mohs)
A.    Basalt

Spesifikasi/ciri-ciri: memiliki massa jenis 2,7–3 gram/cm3, berwarna Gelap. Termasuk jenis batuan beku. Bersifat masif dan keras, bertekstur afanitik, terdiri atas mineral gelas vulkanik, plagioklas, piroksin. Amfibol dan mineral hitam.

Proses terbentuk: Berasal dari hasil pembekuan magma berkomposisi basa di permukaan atau dekat permukaan bumi. Biasanya membentuk lempeng samudera di dunia. Mempunyai ukuran butir yang sangat baik sehingga kehadiran mineral mineral tidak terlihat.

Kegunaan: digunakan sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll) dan sebagai agregat.

5
B.     Granit

Spesifikasi/ciri-ciri: memiliki massa jenis sekitar 2,2–2,3 gram/cm3. Berwarna putih, abu-abu, atau campuran keduanya. Termasuk jenis batuan beku. Batuan ini banyak ditemukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai.

Proses terbentuk: Batuan ini terbentuk dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam yang membeku di dalam dapur magma, sehingga batu ini merupakan jenis batu beku dalam.

Kegunaan:  sebagai batu bahan bangunan, Monumen, jembatan, sebagai dekorasi.

4
C.   Diorit


Spesifikasi/ciri–ciri: memiliki massa jenis sekitar 2,8–2,9 gram/cm3. Berwarna kelabu bercampur putih, atau hitam bercampur putih. Termasuk dalam jenis batuan beku. Bertekstur feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang.

Proses terbentuk: Merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran.

Kegunaan: sebagai batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung atau untuk batu belah untuk pondasi bangunan/jalan raya.

4
D.    Marmer

Spesifikasi: Campuran warna berbeda-beda, mempunyai pita-pita warna, kristal-kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi mendesah, keras dan mengkilap jika dipoles.

Proses Terbentuk: Terbentuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi.

Kegunaan: untuk membuat patung dan lantai/ubin.

7
E.     Kapur

Spesifikasi: agak lunak, warna putih keabu-abuan, membentuk gas karbon dioksida kalau ditetesi asam.

Proses Terbentuk: dari cangkang binatang lunak seperti siput, kerang, dan binatang laut yang telah mati. Rangkanya yang terbuat dari kapur tidak akan musnah, tapi memadat dan membentuk batu kapur

Kegunaan: sebagai bahan baku semen dan bahan bangunan.


3
F.     Sekis

Spesifikasi: berwarna hitam, hijau dan ungu, mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap dan terkadang ditemukan kristal garnet.

Proses Terbentuk: batuan metamorf regional yang terbentuk pada derajat metamorfosa tingkat menengah.

Kegunaan: sebagai sumber mika yang utama (satu komponen penting dalam pembuatan kondensator dan kapasitor dalam industri elektronika).

5
G.    Koral Putih

Spesifikasi/Ciri-ciri: Bentuknya cenderung bulat, pipih, atau elips; Ukurannya berkisar 1-7 cm; warnanya bervariasi seperti hitam, putih, hijau, abu-abu, atau merah hati.

Proses terbentuknya: Termasuk batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi atau panas bumi. Batu koral merupakan hasil alam yang ditambang dari pesisir pantai.

Kegunaan: Digunakan untuk pemasangan lantai, tembok, hiasan taman, dll.

4
H.   Kuarsit


Spesifikasi/Ciri-ciri:Kristalnya berukuran mikroskopis dan bisa tidak tembus cahaya atau juga tembus cahaya. Bersifatsangatkeras, kompak, masifdankristalin. Warnanyabervariasidariputih, kelabu, hijau, kemerahansampaikecoklatanataucampurandariwarnaterang.

Proses terbentuknya: Termasuk batuan metamorf. Kuarsit terbentuk akibat panas yang tinggi sehingga menyebabkan rekristalisasi kwarsa dan felsdpar.

Kegunaan: Untuk perhiasan cincin batu akik, gelas kuarsa, ampelas dan peralatan pengikis yang lainnya.

6
I.       Tufa

Spesifikasi/Ciri-ciri:Warna putih teran, struktur batuannya berlapis, tekstur pada batuan tufa ialah fragmental dengan ukuran batuannya ialah ash / abu (d < 2 mm).

Proses terbentuknya:Terbentuk dari konsolidasi abu vulkanik yang dikeluarkan dari lubang ventilasi selama letusan gunung berapi.

Kegunaan: Digunakan sebagai bahan bangunan.

5
J.      Travertin

Spesifikasi/Ciri-ciri:Memiliki penampilan berserat atau konsentris dan ada yang berwarna putih, cokelat dan varietas berwarna krem​​. serta memiliki daya tahan yang cukup lama terhadap cuaca dan lingkungan.

Proses terbentuknya:Terbentuk dari batu kapur yang didepositkan oleh mata air mineral, terutama air panas.
Kegunaan: Digunakan untuk bahan bangunan (biasanya digunakan untuk hiasan dinding rumah)




5

spesifikasi diatas berdasarkan kajian pustaka. sedangkan tingkat kekerasan telah kami uji dengan menggunakan alat ukur kekerasan batu yang bernama "diamond selector"

special thanks for :
NURUL JANAH
NUR INDAH KURNIAWATI
DZA’INA DZUUN NI’MAH
HUNI HINDRATI

You Might Also Like

    0 komentar: